Analisis kesiapan agen dalam proses clearance out muatan kapal melalui sistem inaportnet pada PT Tempuran Emas Tanjung Priok
Politeknik Pelayaran Banten
Politeknik Pelayaran Banten
Politeknik Pelayaran Banten
DOI:
https://doi.org/10.62391/ejmi.v8i1.271Penelitian ini menganalisis kesiapan agen dalam proses clearance out kapal melalui sistem Inaportnet pada PT Tempuran Mas (TEMAS Line) Cabang Tanjung Priok. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka selama empat bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses clearance out telah mengikuti tahapan Inaportnet, tetapi belum optimal. Kendala utama meliputi gangguan jaringan internet 32%, server Inaportnet down 27%, antrean approval instansi 19%, keterlambatan dokumen principal 16%, dan kesalahan input agen 6%. Kesiapan agen secara umum cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kemampuan troubleshooting, kompetensi SDM, SOP digital, dan koordinasi antarinstansi. Optimalisasi clearance out memerlukan penguatan kesiapan internal perusahaan serta sinkronisasi dengan instansi pelabuhan, pengelola Inaportnet, dan principal.
This study analyzes the readiness of shipping agents in carrying out the vessel clearance out process through the Inaportnet system at PT Tempuran Mas (TEMAS Line), Tanjung Priok Branch. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected over four months through observation, interviews, documentation, and literature review. The results show that the clearance out process has followed the Inaportnet procedures but has not yet been fully optimized. The main constraints include internet network disruptions at 32%, Inaportnet server downtime at 27%, agency approval queues at 19%, delayed documents from principals at 16%, and agent input errors at 6%. Overall, agent readiness is fairly good, but further improvements are needed in troubleshooting skills, staff competence, digital SOPs, and inter-agency coordination. Optimizing the clearance out process requires stronger internal readiness and better synchronization with port authorities, Inaportnet administrators, and principals.
Keywords: Inaportnet clearance out keagenan kapal digitalisasi pelabuhan kesiapan agen Tanjung Priok
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. (2019). Modul Pelatihan Sistem Inaportnet. Kementerian Perhubungan RI.
Ernawan, E., & Yulianto, T. (2020). Analisis penerapan sistem Inaportnet terhadap peningkatan efisiensi layanan kapal di pelabuhan. Jurnal Transportasi Multimoda, 18(2), 115-126. https://doi.org/10.25104/jtm.v18i2.1421
Gandara, I. A., & Putra, A. P. (2019). Pengaruh digitalisasi pelayanan publik terhadap kinerja pelayanan kepelabuhanan. Jurnal Administrasi Pelabuhan, 7(1), 45-58.
International Maritime Organization. (2019). IMO Compendium on Facilitation and Electronic Business. IMO Publishing.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2021). Keputusan Menteri Perhubungan No. 308 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Inaportnet. Kemenhub RI.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 157 Tahun 2015 tentang Penerapan Inaportnet untuk Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan. Kemenhub RI.
Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok. (2022). Standar Prosedur Operasional Clearance In dan Clearance Out Kapal. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Mulyadi, D. (2016). Manajemen Pelayanan Publik. Alfabeta.
Notohadinegoro, R. (2018). Manajemen pelabuhan modern: Strategi, operasi, dan regulasi. Jurnal Manajemen Maritim Indonesia, 3(1), 45-58.
Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok. (2020). Laporan Tahunan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok. OP Priok.
Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Sekretariat Negara.
Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan. Sekretariat Negara.
Setiawan, B. (2021). Evaluasi implementasi Inaportnet dalam pelayanan kapal di pelabuhan utama Indonesia. Jurnal Kebijakan Transportasi Indonesia, 5(3), 233-248.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syahbandar Utama Tanjung Priok. (2020). Pedoman Teknis Pengurusan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Tarigan, D. (2018). Implementasi e-service pada pelayanan kepelabuhanan di Indonesia. Jurnal Sistem Informasi Indonesia, 4(2), 77-89.
TEMAS Line. (2022). Company Profile PT Tempuran Mas Tanjung Priok. PT Tempuran Mas Tbk.
World Bank. (2020). Port Reform Toolkit: Effective Management of Port Operations. World Bank Publications.
