Analisis peran nelayan tradisional dalam menjaga keamanan perairan dan kelestarian ekosistem laut di pesisir Kecamatan Nambo
Universitas Halu Oleo
Universitas Halu Oleo
DOI:
https://doi.org/10.62391/ejmi.v8i1.225Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nelayan tradisional dalam menjaga keamanan maritim dan kelestarian ekosistem laut di wilayah pesisir Kecamatan Nambo, Sulawesi Tenggara. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, partisipan dalam penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan tradisional memainkan peran penting dalam melestarikan ekosistem laut dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, mengawasi praktik penangkapan ikan yang ilegal dan merusak, serta menjaga kebersihan pesisir. Selain itu, para nelayan ini juga menunjukkan pemahaman yang mendalam mengenai potensi ekosistem laut sebagai sumber daya ekonomi vital yang mampu menopang kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya melalui sektor perikanan dan pariwisata bahari. Pada akhirnya, studi ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional, sangat krusial untuk menjamin keamanan dan keberlanjutan sumber daya laut di Kecamatan Nambo.
This study aims to analyze the role of traditional fishermen in maintaining maritime security and the sustainability of marine ecosystems in the coastal areas of Nambo District, Southeast Sulawesi. Employing a qualitative descriptive approach, the research selected participants using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, followed by a qualitative descriptive analysis. The findings reveal that traditional fishermen play a pivotal role in preserving marine ecosystems by utilizing environmentally friendly fishing gear, monitoring against illegal and destructive fishing practices, and maintaining coastal hygiene. Furthermore, these fishermen demonstrate a profound understanding of marine ecosystems as vital economic resources capable of sustaining coastal livelihoods, particularly through the fisheries and marine tourism sectors. Ultimately, this study underscores that the active involvement of coastal communities, especially traditional fishermen, is indispensable for ensuring the security and sustainability of marine resources in Nambo District.
Keywords: Nelayan Tradisional Keamanan Maritim Ekosistem Laut Masyarakat Pesisir Perikanan Berkelanjutan
Dan, L., Studi, M., Konservasi, K., Teluk, D. I., & Tahun, S. (2024). No title (pp. 1–47).
Bachtiar, A., Legowo, E., Yulianto, B. A., Widodo, P., Saragih, H. J. R., & Suwarno, P. (2024). Peran tradisi dan kearifan lokal dalam mencegah ancaman keamanan maritim di Indonesia. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 11(9), 3553–3560.
Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2022). The state of world fisheries and aquaculture 2022: Towards blue transformation. FAO. https://doi.org/10.4060/cc0461en
Rustad, M. L., & Koenig, T. H. (2011). Parens patriae litigation to redress societal damages from the BP oil spill: The latest stage in the evolution of crimtorts. UCLA Journal of Environmental Law and Policy, 29(1). https://doi.org/10.5070/l5291019961.
Dagani, G. (2024). Peran budaya lokal terhadap pencegahan penangkapan ikan ilegal. Jurnal Publicuho, 7(4), 1842–1854.
Dao, Y., Yusnaldi, Y., & Kusuma, K. (2025). Penanggulangan praktik penangkapan ikan yang merusak melalui optimalisasi pengawasan berbasis masyarakat: Sebuah upaya menjaga keamanan maritim. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 10(2), 163–172.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif (3rd ed.). Alfabeta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
