Peningkatan efektivitas penyelenggaraan tiket elektronik di Pelabuhan Penyeberangan Sampalan
Politeknik Pelayaran Banten
Politeknik Pelayaran Banten
DOI:
https://doi.org/10.62391/ejmi.v8i1.223Pelabuhan Penyeberangan Sampalan merupakan simpul transportasi laut yang esensial dalam mendukung mobilitas penumpang dan kendaraan. Sebagai upaya modernisasi dan peningkatan efisiensi layanan, pemerintah telah menerapkan sistem tiket elektronik (e-ticketing). Namun, implementasi sistem ini masih dihadapkan pada sejumlah kendala teknis dan operasional, meliputi keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi di kalangan pengguna jasa, minimnya sumber daya manusia (SDM) operasional yang profesional, serta belum selarasnya sistem dengan kebutuhan aktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas penyelenggaraan tiket elektronik di Pelabuhan Sampalan sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor determinan yang memengaruhinya. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada pengguna jasa, serta wawancara mendalam dengan pihak operator. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas sistem tiket elektronik dapat ditingkatkan melalui optimalisasi perangkat lunak dan keras, peningkatan kapasitas petugas melalui pelatihan, serta edukasi publik yang berkelanjutan. Sebagai langkah strategis, penelitian ini merekomendasikan integrasi sistem tiket elektronik dengan platform pembayaran digital lokal serta penguatan infrastruktur pendukung guna mewujudkan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan transparan.
Sampalan Ferry Port is an essential maritime transportation hub supporting the mobility of passengers and vehicles. To modernize and enhance service efficiency, the government has implemented an electronic ticketing (e-ticketing) system. However, its implementation still faces several technical and operational constraints, including limited digital infrastructure, low technological literacy among service users, a lack of professional human resources, and a mismatch between the applied system and actual field requirements. This study aims to analyze the effectiveness of the e-ticketing implementation at Sampalan Port and identify its determinant factors. Employing a quantitative descriptive approach, data were collected through field observations, questionnaires distributed to service users, and in-depth interviews with port operators. The analysis reveals that the effectiveness of the e-ticketing system can be improved through the optimization of hardware and software integration, capacity building for operational staff, and continuous public education. As a strategic measure, this study recommends integrating the e-ticketing system with local digital payment platforms and strengthening supporting infrastructure to achieve faster, more accurate, and transparent services.
Keywords: Tiket Elektronik (E-Ticketing) Efektivitas Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Sampalan Transportasi Laut Digitalisasi Layanan
Nasution, M. (2020). Peningkatan Efektivitas Manajemen Pelabuhan Melalui Digitalisasi Sistem Tiket Elektronik. Jurnal Transportasi Laut Indonesia.
Prasetyo, A., & Wibowo, T. (2019). Pengembangan Sistem Informasi Jadwal Keberangkatan Berbasis Web pada Terminal Tipe A. Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi, 7(1), 45–52.)
Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan tiket elektronik angkutan penyeberangan
Chen, C., Ma, J., Susilo, Y., Liu, Y., & Wang, M. (2016) Judul: The promises of big data and small data for travel behavior (Transportation Research Part C)
Sugiyono (2019) Dalam bukunya "Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D",
Mintzberg (2005) menyarankan untuk melibatkan tim dengan latar belakang keahlian yang berbeda agar pekerjaan kompleks bisa dilihat dari berbagai perspektif, sehingga solusi yang dihasilkan lebih menyeluruh dan efisien.
Arikunto (2019) Menyatakan bahwa uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan benar-benar mengukur apa yang hendak diukur.
Husein Umar (2003) Menyebutkan bahwa:"Sampel adalah sebagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau karakteristik yang sama dengan populasi."
Sugiyono (2020), analisis persentase kesesuaian digunakan untuk melihat seberapa besar tingkat kesesuaian antara suatu kondisi ideal (harapan) dengan kondisi nyata (fakta) yang terjadi di lapangan.
Rahman, dkk (2020) Dalam penelitiannya berjudul “Evaluasi Efektivitas E-Ticketing pada Transportasi Penyeberangan di Pelabuhan ASDP”.
Nazir (2019), distribusi frekuensi dapat digunakan untuk melihat dominasi atau kecenderungan persepsi responden terhadap indikator pelayanan.
Susanto (2019) QR Code adalah salah satu teknologi identifikasi otomatis (Auto ID) yang sangat efisien karena dapat menyimpan informasi dalam jumlah besar dan mudah diakses melalui perangkat mobile.
