Implementasi ISPS Code berbasis integrasi operasional untuk membangun kesiapan keamanan maritim di sekolah kedinasan matra laut
Politeknik Pelayaran Banten
DOI:
https://doi.org/10.62391/ejmi.v8i1.218Pembelajaran keamanan maritim di banyak institusi pendidikan saat ini masih didominasi oleh pendekatan teoritis, yang memunculkan kesenjangan terhadap kesiapan operasional taruna di lapangan. Di sisi lain, standar dari International Maritime Organization (IMO) melalui ISPS Code mensyaratkan adanya pembiasaan dan penerapan sistem keamanan secara langsung, konsisten, dan terukur. Artikel ini mengusulkan model implementasi ISPS Code yang adaptif melalui integrasi praktik keamanan operasional ke dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Sekolah Kedinasan Matra Laut di bawah Kementerian Perhubungan. Pendekatan komprehensif ini mencakup pelaksanaan table top exercise secara rutin, pengendalian akses personel dan kendaraan yang ketat melalui penggunaan ID card dan seragam, pengawasan CCTV terpusat selama 24 jam, dan penyesuaian penghalang fisik (barrier). Selain itu, sistem ini menerapkan tiga tingkatan keamanan (Security Level 1, 2, dan 3) yang terintegrasi dengan audit eksternal tahunan serta koordinasi dengan unsur pertahanan eksternal setempat. Implementasi yang dilakukan secara bertahap ini ditargetkan mampu menciptakan ekosistem kampus yang berfungsi sebagai simulasi keamanan yang nyata. Pada akhirnya, pendekatan ini diharapkan dapat menanamkan budaya kesadaran keamanan (security awareness culture) yang kuat, sehingga para lulusan tidak hanya menguasai regulasi secara teori, tetapi juga sigap menerapkan standar keamanan internasional dalam penugasan sesungguhnya.
Current maritime security education in many institutions remains predominantly theoretical, creating a gap in the actual operational readiness of cadets in the field. Conversely, the International Maritime Organization (IMO) standards, through the ISPS Code, mandate the direct, consistent, and measurable application and habituation of security systems. This article proposes an adaptive ISPS Code implementation model by integrating operational security practices into the daily lives of cadets at Naval Service Academies under the Ministry of Transportation. This comprehensive approach includes conducting routine table top exercises, strict personnel and vehicle access control using ID cards and uniforms, 24-hour centralized CCTV surveillance, and the adjustment of physical security barriers. Furthermore, the system establishes three security levels (Security Level 1, 2, and 3) integrated with annual external audits and coordination with local external defense units. This phased implementation aims to create a campus ecosystem that functions as a realistic security simulation. Ultimately, this approach is expected to instill a robust security awareness culture, ensuring that graduates not only master the regulations theoretically but are also fully prepared to apply international security standards in real-world assignments.
Keywords: ISPS Code Keamanan Maritim Sekolah Kedinasan Matra Laut Kesiapan Operasional Table Top Exercise
Adjie, M. B. G. S., dkk. (2025). Pengaruh implementasi International Ship and Port Facility Security Code terhadap tingkat keamanan operasional di Terminal Khusus Semen Indonesia Group. Indonesian Journal of Port and Shipping Management, 2(1).
Herdiyanto, N., Hadi, S., dan Suwarno, P. (2020). Implementasi International Ship and Port Facility Security Code di Pelabuhan Penumpang Tanjung Perak Surabaya. Jurnal Keamanan Maritim, 6(2), 140–160.
Indriyani, K. A., dkk. (2024). Implementasi ISPS Code di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim, 8(2), 12-18.
Kensiwi, F., Maharani, A., dan Riyanto, R. (2022). Implementasi ISPS Code Terkait Dengan Pelaksanaan Drill dan Exercise di Pelabuhan Tanjung Emas. Dinamika Bahari, 3(2), 78–85.
Khafendi, K. (2020). Evaluasi Penerapan ISPS Code di Pelabuhan Bitung. Jurnal Penelitian Transportasi Laut, 18(1).
Kundori, K. (2022). Optimalisasi Penerapan ISPS Code Berdasarkan Tingkat Keamanan Dalam Menunjang Keamanan Kapal dan Pelabuhan. Majalah Ilmiah Gema Maritim, 7(1).
Ladesi, V. K. (2009). Penerapan Keamanan Dalam Penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS Code) di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Jurnal Logistik D III Transportasi UNJ, 2(2), 25–37.
Nurafandi, A., dan Henny, P. N. (2019). Analisis Penerapan International Ship and Port Security (ISPS Code) di MT. AU LEO. Jurnal Karya Ilmiah Taruna Andromeda, 3(8), 1–14.
Pranyoto, P. (2022). Upaya Pencegahan Gangguan Keamanan Kapal dan Pelabuhan Dalam Penerapan ISPS Code di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pusat PPM).
Premadi, A., Nurfadhlina, N., dan Oktaviani, E. S. (2022). Proses Penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di Terminal Khusus Fsru Hua Xiang 8. E-Journal Marine Inside, 4(1), 65–77.
