Analisis faktor-faktor kondisi kapal, sumber daya manusia, dan kondisi lingkungan, terhadap kecelakaan kapal pada alur pelayaran di Selat Sunda dan Laut Jawa
Politeknik Pelayaran Banten
Politeknik Pelayaran Banten
Politeknik Pelayaran Banten
Politeknik Pelayaran Banten
DOI:
https://doi.org/10.62391/ejmi.v8i1.217Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi kapal, sumber daya manusia (SDM), dan kondisi lingkungan terhadap tingkat kecelakaan kapal di alur pelayaran Selat Sunda dan Laut Jawa, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Berdasarkan data Mahkamah Pelayaran dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) periode 2019–2025, tercatat 125 kasus kecelakaan kapal, dengan human error sebagai penyebab utama (46,4%) dan kandas (grounding) sebagai insiden terbanyak (28,8%). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode regresi linier berganda. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 60 responden dari KNKT, Vessel Traffic Service (VTS) Merak, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Hasil uji validitas dan reliabilitas memastikan kelayakan seluruh instrumen penelitian. Pengujian statistik secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa kondisi kapal, SDM, dan kondisi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kecelakaan kapal (F-hitung = 45,287; Sig. 0,000). Nilai koefisien determinasi ($R^2$) sebesar 0,733 menunjukkan bahwa 73,3% variasi tingkat kecelakaan kapal dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Secara parsial (Uji t), seluruh variabel independen juga terbukti memiliki pengaruh yang signifikan. SDM diidentifikasi sebagai faktor paling dominan dengan koefisien regresi tertinggi (0,417) dan nilai t-hitung sebesar 4,389. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM—khususnya dalam hal pengetahuan, pengalaman operasional, dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP)—merupakan langkah krusial untuk menekan angka kecelakaan maritim di wilayah perairan tersebut.
This study aims to analyze the influence of ship conditions, human resources, and environmental conditions on the rate of ship accidents in the shipping lanes of the Sunda Strait and the Java Sea, as well as to identify the most dominant factor. According to data from the Maritime Court and the National Transportation Safety Committee (KNKT) for the 2019–2025 period, 125 ship accidents were recorded, with human error being the primary cause (46.4%) and grounding as the most frequent incident (28.8%). This quantitative research employs a multiple linear regression method. Primary data were collected through a questionnaire survey administered to 60 respondents from KNKT, Merak Vessel Traffic Service (VTS), and the Harbormaster and Port Authority (KSOP). The validity and reliability test results confirmed the suitability of all research instruments. The simultaneous statistical analysis (F-test) indicates that ship conditions, human resources, and environmental conditions significantly affect ship accidents (F-value = 45.287; Sig. 0.000). The coefficient of determination ($R^2$) of 0.733 indicates that 73.3% of the variance in ship accidents is explained by these three variables. Partially (t-test), all independent variables also exhibit a significant impact. Human resources emerged as the most dominant factor, possessing the highest regression coefficient (0.417) and a t-value of 4.389. These findings emphasize that enhancing human resource competency—particularly regarding knowledge, operational experience, and compliance with Standard Operating Procedures (SOP)—is a crucial step in reducing maritime accidents in the studied region.
Keywords: Kecelakaan Kapal Sumber Daya Manusia Kondisi Kapal Kondisi Lingkungan Keselamatan Maritim
Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. (2020). Analisis keselamatan pelayaran di wilayah Selat Sunda. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik transportasi laut Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik.
International Maritime Organization. (2020). International Safety Management (ISM) Code and guidelines on implementation of the ISM Code. IMO Publishing.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2020–2025). Laporan investigasi kecelakaan kapal di perairan Indonesia periode 2019–2025. Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Zainuddin, M. (2023). Statistik dan analisis data menggunakan SPSS versi 26. Deepublish.
Saptana, R., & Widodo, B. (2023). Pengaruh faktor manusia terhadap kecelakaan kapal di Indonesia. Jurnal Transportasi Maritim Indonesia, 15(2), 112–126.
Tuminah, D., & Hariyanto, Y. (2021). Analisis kondisi lingkungan terhadap keselamatan pelayaran di Selat Sunda. Jurnal Keselamatan Transportasi Laut, 9(1), 55–67.
International Maritime Organization. (2008). Casualty Investigation Code (Resolution MSC.255(84)). IMO Publishing.
Pemerintah Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2024 tentang Pelayaran. Pemerintah Republik Indonesia.
