Analisis risiko bahaya kebakaran di KM. Sabuk Nusantara 108
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
DOI:
https://doi.org/10.62391/ejmi.v8i1.194Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis KM Sabuk Nusantara 108 sebagai kapal perintis dalam menjaga konektivitas masyarakat di wilayah 3T, yang menuntut standar keselamatan tinggi, khususnya terhadap potensi bahaya kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kebakaran, mengukur tingkat kesiapsiagaan kru, serta merumuskan strategi mitigasi kebakaran yang efektif guna meningkatkan keselamatan pelayaran. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di KM Sabuk Nusantara 108. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data menggunakan diagram tulang ikan (fishbone diagram), dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data yang diuji melalui triangulasi sumber, metode, serta teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kebakaran di KM Sabuk Nusantara 108 dipicu oleh penempatan alat pemadam yang tidak strategis, manajemen penyimpanan barang mudah terbakar yang belum standar, rendahnya kedisiplinan kru terhadap prosedur keselamatan, serta minimnya pelaksanaan latihan keadaan darurat (drill). Kesiapsiagaan kru dinilai belum optimal akibat keterbatasan pelatihan, kurangnya familiarisasi peralatan keselamatan, serta belum terbentuknya budaya keselamatan yang kuat. Penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi yang komprehensif, mencakup penataan ulang fasilitas pemadam, pengelolaan material berbahaya, peningkatan disiplin personel, serta pelaksanaan latihan keadaan darurat secara rutin dan variatif untuk meminimalkan risiko kebakaran di atas kapal.
This research was motivated by the important role of KM Sabuk Nusantara 108 as a pioneer ship in supporting connectivity and the lives of people in 3T regions, alongside the increased risk to safety, particularly the potential for fires on board. Therefore, the aim of this study is to analyse the risk factors of fire, the preparedness of the crew, and the fire mitigation strategies implemented on KM Sabuk Nusantara 108 to improve maritime safety. This research used qualitative methods with data collection through direct observation, interviews, and documentation studies on KM Sabuk Nusantara 108 to gain an in-depth understanding of fire risk mitigation. The data were analyzed through data reduction, data presentation using fishbone diagrams, and conclusion drawing, with data validity tested through triangulation of sources, methods, and theories. The findings indicate that fire risks on KM Sabuk Nusantara 108 are influenced by the improper placement of firefighting equipment, inadequate management of flammable materials, low crew compliance with safety procedures, and the limited implementation of emergency drills. Crew preparedness in responding to fire emergencies remains insufficient due to limited training, lack of familiarization with safety equipment, and the absence of a strong safety culture on board. Therefore, systematic mitigation efforts are required, including improved placement of firefighting equipment, proper handling of flammable materials, enhanced crew discipline and training, and the regular implementation of varied emergency drills to reduce the impact of fire hazards on board.
Keywords: Analisis Risiko Bahaya Kebakaran Kesiapsiagaan Kru Mitigasi Kebakaran Kapal Perintis
L. M. Kelwulan, R. P. Soumokil, and M. Manuputty, “Identifikasi Kendala-Kendala Konektivitas Transportasi Laut Di Wilayah Kepulauan,” ALE Proceeding, vol. 6, pp. 193–197, 2023, doi: 10.30598/ale.6.2023.193-197.
B. BPK, “Permenhub No. 37 Tahun 2015,” https://peraturan.bpk.go.id/Details/103415/permenhub-no-37-tahun-2015.
Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. 2020.
M. Alghivary, “Optimalisasi Abandon The Ship Drill di atas Km.Bintan Utama Dalam Upaya Peningkatan Keselamatan Pelayaran,” vol. 6, no. 3, pp. 357–364, 2025, [Online]. Available: https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut
L. Kasyk, A. E. Wolnowska, K. Pleskacz, and T. Kapuściński, “The Analysis of Social and Situational Systems as Components of Human Errors Resulting in Navigational Accidents,” Appl. Sci., vol. 13, Jun. 2023, doi: 10.3390/app13116780.
M. E. Kosim, T. H. Suryatman, and R. Siskayanti, “Optimalisasi Kegiatan Fire Drill bagi Karyawan dalam Menjaga Keselamatan Kerja di Gedung Kantor PT MGA,” J. Ind. Manuf., vol. 10, no. 2, p. 97, 2025, doi: 10.31000/jim.v10i1.14003.
H. Mahendra et al., “Jurnal Cakrawala Bahari,” vol. 7, no. 1, pp. 38–43, 2024.
L. Setyowati, Suroto, and B. Kurniawan, “Analisis Implementasi Rencana Tanggap Darurat (Emergency Response Plan) Pada Kapal Penumpang X,” J. Kesehat. Masy., vol. 4, no. 3, pp. 478–486, 2016, [Online]. Available: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm
Aulia Uyun Asalina, Suherman, and Sri Purwantini, “Optimalisasi Pengetahuan Dan Keterampilan Abk Tentang Prosedur Penggunaan Alat-Alat Pemadam Kebakaran Di Kapal Mt. Pematang,” Din. Bahari, vol. 8, no. 2, pp. 1949–1959, 2018, doi: 10.46484/db.v8i2.69.
