Analisis implementasi pengawasan kinerja operasional pelabuhan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten
Politeknik Pelayaran Banten
Politeknik Pelayaran Banten
Politeknik Pelayaran Banten
DOI:
https://doi.org/10.62391/ejmi.v8i1.187Pelabuhan Ciwandan, Banten, merupakan simpul transportasi strategis yang dikelola oleh PT Pelindo, dengan fungsi pengawasan operasional yang berada di bawah tanggung jawab Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten. Sinergi antara regulator (KSOP) dan operator (Pelindo) sangat krusial untuk menjamin kinerja pelabuhan yang efisien dan berdaya saing global. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia pengawas, integrasi sistem Inaportnet yang belum optimal, serta tantangan koordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengawasan (administratif, teknis, dan keselamatan) oleh KSOP, mengidentifikasi hambatan yang ada, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas pengawasan terhadap kinerja operasional pelabuhan. Metode yang digunakan adalah pendekatan mixed method (kualitatif dan kuantitatif) dengan melibatkan responden dari pihak KSOP, PT Pelindo, dan stakeholder terkait. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS terhadap 30 sampel responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengawasan administratif, teknis, dan keselamatan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional ($F=42,518$; $Sig=0,000$). Koefisien determinasi ($R^2$) sebesar 0,709 mengindikasikan bahwa 70,9% variasi kinerja dipengaruhi oleh ketiga variabel pengawasan tersebut. Faktor pengawasan keselamatan dan keamanan terbukti menjadi variabel paling dominan dengan koefisien regresi tertinggi ($B=0,402$) dan korelasi terkuat ($r=0,741$). Selain itu, rata-rata Berth Occupancy Ratio (BOR) sebesar 30,34% menunjukkan kategori "Baik" (di bawah standar UNCTAD <70%), yang mengindikasikan bahwa kapasitas dermaga masih tersedia secara luas untuk peningkatan kunjungan kapal.
Ciwandan Port, Banten, is a strategic transportation hub managed by PT Pelindo, with operational supervision under the authority of the Harbor Master and Port Authority Office (KSOP) Class I Banten. Synergy between the regulator (KSOP) and the operator (Pelindo) is crucial to ensure efficient and globally competitive port performance. However, practical challenges remain, such as limited supervisory human resources, suboptimal integration of the Inaportnet system, and coordination issues. This study aims to analyze the implementation of supervision (administrative, technical, and safety) by KSOP, identify existing obstacles, and formulate strategies to improve the effectiveness of supervision on port operational performance. A mixed-method approach (qualitative and quantitative) was employed, involving respondents from KSOP, PT Pelindo, and relevant stakeholders. Data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression via SPSS with a sample of 30 respondents. The results show that administrative, technical, and safety supervision variables simultaneously have a significant effect on operational performance ($F=42.518$; $Sig=0.000$). The coefficient of determination ($R^2$) of 0.709 indicates that 70.9% of performance variation is explained by these three supervisory variables. Safety and security supervision is proven to be the most dominant factor, with the highest regression coefficient ($B=0.402$) and the strongest correlation ($r=0.741$). Furthermore, the average Berth Occupancy Ratio (BOR) of 30.34% falls into the "Good" category (below the UNCTAD standard of <70%), indicating that there is still significant idle capacity for increased vessel traffic.
Keywords: Pengawasan Pelabuhan Kinerja Operasional KSOP Regresi Linear Berth Occupancy Ratio (BOR)
Buku
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Edwards III, G. C. (1980). Implementing Public Policy. Congressional Quarterly Press.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Grindle, M. S. (1980). Politics and Policy Implementation in the Third World. Princeton University Press.
Handoko, T. H. (2011). Manajemen. BPFE.
Heizer, J., & Render, B. (2017). Operations Management. Pearson.
Nazir, M. (2015). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
Riduwan. (2016). Skala Pengukuran Variabel–Variabel Penelitian. Alfabeta.
Siagian, S. P. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara.
Siagian, S. P. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sutalaksana, I. Z. (2006). Teknik Tata Cara Kerja. ITB Press.
Terry, G. R. (2010). Principles of Management. Richard D. Irwin.
Triatmodjo, B. (2010). Pelabuhan. Beta Offset.
UNCTAD. (2016). Port Performance Indicators. United Nations.
Jurnal dan Artikel Ilmiah
Adhitya, A., & Ramanda, D. (2021). Analisis Efisiensi Kinerja Pelabuhan Berdasarkan Indikator Produktivitas Bongkar Muat. Jurnal Transportasi & Logistik, 8(2), 119–130.
Herlambang, M., & Kurniawan, D. (2022). Pengaruh Idle Time Terhadap Effective Time pada Terminal Multipurpose. Journal of Maritime Studies, 5(1), 45–57.
Hidayat, A. (2021). Implementasi INAPORTNET dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kapal. Jurnal Transportasi Maritim, 12(2), 55–66.
Kemenhub. (2022). Implementasi INAPORTNET dalam Pelayanan Kapal dan Barang. Jurnal Kebijakan Transportasi Laut, 14(3), 87–96.
Nurlita, S. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan. Jurnal Logistik Nasional, 12(1), 55–68.
Putra, Y. & Lestari, U. (2020). Analisis faktor penghambat kinerja pelayanan pelabuhan. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, 7(3), 145–159.
Rahman, M. (2022). The impact of port supervision on operational performance. International Journal of Maritime Operations, 5(1), 88–104.
Suryanto, A., & Widodo, R. (2019). Analisis Berth Occupancy Rate dan Pengaruhnya Terhadap Waiting Time Kapal. Jurnal Pelabuhan & Maritim, 7(2), 77–89.
Wahyuni, D. (2020). Tantangan pengawasan operasional pelabuhan di Indonesia. Jurnal Logistik dan Kepelabuhanan, 8(1), 21–32.
Regulasi
Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.
Indonesia. (2009). Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan.
Kementerian Perhubungan. (2017). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 34 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja KSOP.
Kementerian Perhubungan. (2015). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 157 Tahun 2015 tentang Pelayanan Kapal dan Barang.
Kementerian Perhubungan RI. (2020). PM 122 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Kepelabuhanan.
Standar Internasional
IMO. (2018). International Safety Management (ISM Code).
IMO. (2017). FAL Convention on Facilitation of International Maritime Traffic.
UNCTAD. (2021). Port Management Series: Port Performance Indicators. Geneva: United Nations.
Laporan dan Sumber Lain
PT Pelindo. (2024). Laporan Kinerja Operasional Pelabuhan Ciwandan.
KSOP Kelas I Banten. (2024). Laporan Pelaksanaan Pengawasan Pelayaran.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Transportasi Laut.
