Analisis peran perwira kapal saat kondisi darurat di perairan sempit
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
DOI:
https://doi.org/10.62391/ejmi.v7i1.111Insiden blackout pada MV Dali saat melintas di perairan sempit di bawah Jembatan Francis Scott Key, Baltimore, menegaskan tingginya risiko pelayaran di alur terbatas—situasi yang juga kerap ditemui pada kapal-kapal yang melayari sungai besar di Indonesia. Dalam konteks ini, kecakapan pelaut (ordinary seamanship) dan kesiapsiagaan perwira anjungan dalam menghadapi keadaan darurat menjadi prasyarat mutlak. Pelatihan berulang dan terstruktur diperlukan untuk memastikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kebijakan peningkatan kompetensi pelaut dan keselamatan pelayaran di perairan sempit melalui penguatan kemampuan teknis dan prosedural awak, standarisasi latihan keadaan darurat, serta penyiapan sistem dukung operasional yang berkesinambungan. Temuan diharapkan menjadi dasar bagi penyusunan program pelatihan, pembaruan prosedur darurat, dan peningkatan tata kelola keselamatan di alur pelayaran sempit.
The blackout incident on MV Dali while transiting the confined waters beneath the Francis Scott Key Bridge in Baltimore highlights the high risks of navigation in restricted channels—conditions also frequently encountered by vessels operating on Indonesia’s major rivers. In this context, seafarers’ proficiency in ordinary seamanship and bridge officers’ readiness to handle emergencies are essential. Recurrent, structured training is required to ensure responses that are rapid, accurate, and well-coordinated. This study aims to formulate policy recommendations to enhance seafarers’ competence and navigational safety in confined waters through strengthening technical and procedural capabilities, standardizing emergency drills, and establishing continuous operational support systems. The findings are expected to inform training programs, updates to emergency procedures, and improvements in safety governance for narrow-channel navigation.
Keywords: Keselamatan pelayaran perairan sempit blackout mesin kompetensi pelaut pelatihan keadaan darurat
The Maritime Executive. (2024, May 14). NTSB: Dali Lost Power Because Breakers Tripped. Dapat diakses di https://maritime-executive.com/article/ntsb-dali-lost-electrical-power-because-breakers-opened pada 1 Februari 2025.
Purwanto, B., Manik, H. M., & Trianto, A. (2024). Manajemen Riset Kelautan. Yogyakarta: Pandiva Buku.
CNN Indonesia. (2024, March 27). Penyewa Kapal Kargo Penabrak Jembatan Baltimore AS Buka Suara. Dapat diakses di https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240327120214-92-1079542/penyewa-kapal-kargo-penabrak-jembatan-baltimore-as-buka-suara pada 1 Februari 2025.
Reuters. (2024, March 26). Ship that Collided with Baltimore Bridge was Chartered by Maersk. Dapat diakses di https://www.reuters.com/world/us/ship-that-collided-with-baltimore-bridge-was-chartered-by-maersk-2024-03-26/ Reuters pada 1 Februari 2025.
Nugraha, F. (2024, March 27). Kehilangan Tenaga, Alasan Kapal Kargo Tabrak Jembatan di Baltimore. Medcom.id. Dapat diakses di https://www.medcom.id/internasional/eropa-amerika/zNAQ6g3N-kehilangan-tenaga-alasan-kapal-kargo-tabrak-jembatan-di-baltimore medcom.id pada 1 Februari 2025.
Glover, G. (2024, March 28). The Baltimore Bridge Disaster may Lead to the ‘Largest Single Marine Insurance Loss Ever,’ Lloyd’s of London Bosses Say. Business Insider. Dapat diakses di https://www.businessinsider.com/baltimore-bridge-collapse-insurance-losses-francis-scott-key-lloyds-london-2024-3 Business Insider pada 1 Februari 2025.
Evans, S. (2024, March 28). Baltimore Bridge Collapse Insured Losses Estimated Up to $4bn. Artemis.bm. Dapat diakses di https://www.artemis.bm/news/baltimore-bridge-collapse-insured-losses-estimated-up-to-4bn/ artemis.bm pada 1 Februari 2025.
Maritime Activity Reports, Inc. (2024, March 29). Dali Incident Could Be Largest Ever Single Marine Insurance Loss. MarineLink. Dapat diakses di https://www.marinelink.com/news/dali-incident-largest-ever-single-marine-512605 MarineLink pada 1 Februari 2025.
Skene, L., & Witte, B. (2024, September 24). Maryland Sues the Owner and Manager of the Ship that Caused the Key Bridge Collapse. AP News. Dapat diakses di https://apnews.com/article/baltimore-bridge-collapse-maryland-lawsuit-610253560fecb65bf84d53033f10ffc3 pada 1 Februari 2025.
U.S. Coast Guard Navigation Center. (2018). Navigation Rules. United States Coast Guard. Dapat diakses di https://www.navcen.uscg.gov/sites/default/files/pdf/navRules/navrules.pdf pada 1 Februari 2025.
Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Mawardi, K. (2021). Pengaturan pelaksanaan dinas jaga di kapal sesuai STCW 1978 (as amended 2010). Majalah Ilmiah Bahari Jogja, vol. 19, no. 1, pp. 87–103.
Prayoga, M. A., & Marbun, Y. V. (2025). Proses permintaan pandu pada PT Pelindo melalui sistem monitoring oleh PT Sinar Maritim Anugrah Belawan. Journal of Maritime and Education (JME), vol. 7, no. 1, pp. 786–792.
Brata, R. D., Syarifuddin, D., Malik, D., & Anggraeny, E. F. (2023). Implementasi dinas jaga pelabuhan untuk meminimalkan kelalaian dalam proses bongkar muat PT Seram Jaya Lines. Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, vol. 14, no. 1, pp. 29–35.
Mubarrakh, M. A. H. (2021). Rancang bangun sistem emergency generator otomatis berbasis programmable logic control dengan penerapan generator sinkron. [Skripsi]. Semarang: Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
Iris, A. Z. (2023). Analisa jatuhnya pandu dari pilot ladder saat naik ke atas kapal MV Van Star di Rouen River Area. [Skripsi]. Semarang: Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
Planet Compliance. (2024). The MV Dali Disaster: A Wake-Up Call for Global Shipping Compliance. Dapat diakses di https://www.planetcompliance.com/regulatory-compliance/mv-dali-shipping-compliance/ pada 1 Februari 2025.
Dugan, S. A., & Utne, I. B. (2024). Statistical analysis of vessel loss of command frequency. Maritime Transport Research, vol. 6, no. 100104, pp. 1-18.
Anurmawati, A., Artana, K. B., & Pitana, T. (2015). Penilaian risiko tubrukan kapal di sekitar Buoy 12 perairan Selat Madura melalui proses Formal Safety Assessment (FSA). [Skripsi]. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.
Wardono, & Andromeda, V. F. (2018). Keadaan darurat pada saat olah gerak memasuki alur pelayaran sempit Sungai Kapuas di MT Anggraini Excellent. Dinamika Bahari, vol. 9, no. 1, pp. 2243–2258.
Kompas.com. (2024). Kapal Tongkang Tabrak Jembatan Aurduri I, Nakhoda dan 2 Kru Ditangkap. Dapat diakses di https://regional.kompas.com/read/2024/05/14/130449978/kapal-tongkang-tabrak-jembatan-aurduri-i-nakhoda-dan-2-kru-ditangkap pada 1 Februari 2025.
Hasugian, S., Rahmawati, M., Wahyuni, A. I., Suwondo, I., & Sutrisno, I. (2021). Analysis the risk of the ship accident in Indonesia with Bayesian network model approach. Annals of the Romanian Society for Cell Biology, vol. 25, no. 2, pp. 3341–3356.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2025). Statistik Kecelakaan Transportasi. Dapat diakses di https://knkt.go.id/statistik pada 1 Februari 2025.
Tjahjanto, R., & Purnomo, J. (2025). Optimalisasi dinas jaga untuk mencegah terjadinya bahaya tubrukan di MV Francisca. Jurnal Venus, vol. 13, no. 1, pp. 53–60.
Widiatmoko, B., Harsono, G., & Kasman, A. (2025). Pengaruh kompetensi personel dan kualitas sertifikasi terhadap kinerja ABK di Satuan Kapal Patroli Bakamla RI. Centurion MSPD Journal, vol. 1, no. 1, pp. 91–109.