Journal Marine Services https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms <p><strong><span data-preserver-spaces="true">Journal Marine Services (JMS)</span></strong><span data-preserver-spaces="true"> is a double-blind peer-reviewed community service journal in nautical studies, ship machinery, marine transportation management, ports, marine environmental pollution, shipping safety, and maritime education. </span><a class="editor-rtfLink" href="https://poltekpel-banten.ac.id/" target="_blank" rel="noopener"><strong><span data-preserver-spaces="true">Banten Merchant Marine Polytechnic</span></strong></a><span data-preserver-spaces="true"> publishes JMS.</span></p> en-US p3m@poltekpel-banten.ac.id (Tim Editor) ahmad.shulhany@gmail.com (Ahmad Shulhany) Sat, 11 Jul 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.11 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Implementasi Go Green di kampus Politeknik Pelayaran Banten untuk masa depan lingkungan yang asri & berkelanjutan https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/246 <p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif civitas akademika serta masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus Politeknik Pelayaran Banten melalui program "Go Green". Kampus yang terletak di wilayah pesisir Sukadiri menghadapi tantangan lingkungan berupa pesatnya pembangunan dan dampak polusi udara dari aktivitas pelayaran serta aktivitas nelayan yang padat. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi kurangnya ruang terbuka hijau dan rendahnya motivasi komunitas kampus untuk terlibat dalam aksi konservasi nyata. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup survei analisis kebutuhan lahan, penyuluhan edukatif mengenai gaya hidup ramah lingkungan, serta aksi praktis penanaman 50 pohon pelindung dan pohon buah di area strategis kampus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan motivasi taruna dalam menerapkan praktik hijau, serta terciptanya lingkungan kampus yang lebih asri, sejuk, dan nyaman. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya budaya lingkungan berkelanjutan yang mendukung kesehatan dan estetika kawasan pesisir Banten secara jangka panjang.</em></p> <p> </p> <p><em>This community service activity aims to increase the awareness and active participation of the academic community and the surrounding society in preserving the environment of the Banten Marine Polytechnic campus through the "Go Green" program. The campus, located in the Sukadiri coastal area, faces environmental challenges such as rapid development and the impact of air pollution from shipping activities and busy fishing operations. The main issues identified include a lack of green open spaces and low motivation among the campus community to engage in concrete conservation actions. The methods applied in this activity consist of a land needs analysis survey, educational counseling on eco-friendly lifestyles, and practical implementation by planting 50 shade and fruit trees in strategic campus areas. The results of the activity show a significant increase in the knowledge and motivation of cadets to implement green practices, as well as the creation of a more beautiful, cool, and comfortable campus environment. The success of this program is expected to be a foundation for creating a sustainable environmental culture that supports the health and aesthetics of the Banten coastal region in the long term.</em></p> Andesvan Gumay, Rob Danang Priatmaja, Siwi Woro Herningsih, Rahmat Santoso, Ageng Permadi, Deny Adi Setyawan, Dwi Endah Kurniasari, Indah Purnaningratri, Nurfadhlina, Mokhammad Zulkarnain, Weli Agus Setiawan Copyright (c) 2026 Journal Marine Services https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/246 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 Bimbingan teknis keselamatan bernavigasi kepada operator kapal tradisional di lingkungan KUPP Kelas III Karangantu Banten https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/247 <p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para operator kapal tradisional di lingkungan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Karangantu, Banten, mengenai keselamatan bernavigasi. Masyarakat nelayan dan operator kapal di wilayah ini umumnya mengoperasikan kapal berukuran 10-40 GT namun masih memiliki kesadaran dan pengetahuan yang terbatas mengenai prosedur keselamatan modern, karena lebih banyak bergantung pada pengalaman turun-temurun. Kurangnya pemahaman ini meningkatkan risiko kecelakaan laut, terutama saat menghadapi cuaca buruk atau kepadatan lalu lintas kapal. Metode yang digunakan dalam bimbingan teknis ini meliputi pendekatan multisensory (audio-visual), diskusi interaktif (sharing), studi kasus, serta praktik langsung (learning by doing) terkait penggunaan alat bantu navigasi dan keselamatan. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi rambu laut, isyarat bunyi, peraturan pencegahan tubrukan di laut (COLREGs), serta pengenalan dasar permesinan kapal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis peserta, di mana para operator kini lebih siap dan waspada terhadap potensi bahaya selama pelayaran. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan budaya keselamatan maritim yang berkelanjutan di wilayah Karangantu.</em></p> <p> </p> <p><em>This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of traditional ship operators within the Class III Karangantu Port Authority (KUPP) environment, Banten, regarding navigation safety. The fishing community and ship operators in this region generally operate vessels of 10-40 GT but still have limited awareness and knowledge regarding modern safety procedures, as they rely more on hereditary experience. This lack of understanding increases the risk of maritime accidents, especially when facing bad weather or high ship traffic density. The methods used in this technical guidance include a multisensory approach (audio-visual), interactive discussions (sharing), case studies, and direct practice (learning by doing) related to the use of navigational and safety aids. The materials presented include identification of sea markers, sound signals, international regulations for preventing collisions at sea (COLREGs), and an introduction to basic ship machinery. The results of the activity show a significant increase in the participants' theoretical knowledge and practical skills, where operators are now better prepared and alert to potential hazards during voyages. This collaboration is expected to create a sustainable maritime safety culture in the Karangantu region.</em></p> Dapid Rikardo, Semuel Palembangan, Zainal Arifin, Soleh Uddin, Nursyamsu, Cholis Imam Nawawi, Hari Sunanto, Vidiana Anggeranika, Sandy Wahyu Purnomo, Dedtri Anwar, Amirullah, Antaris Fahrisani, Agus Widodo, Yollanda Octavitri, Djibril Tri Bayu Pamungkas, Arief Hidayat Tumanggor Copyright (c) 2026 Journal Marine Services https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/247 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 Penyuluhan panduan penanganan kebakaran di kapal tradisional untuk masyarakat nelayan di Pelabuhan Cituis https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/248 <p><em>Keterampilan masyarakat nelayan di Pelabuhan Cituis, Desa Surya Bahari, Kabupaten Tangerang, dalam menangani potensi bahaya kebakaran pada kapal tradisional. Kapal nelayan tradisional di wilayah ini memiliki risiko kebakaran yang tinggi akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM), aktivitas memasak di atas kapal, serta kondisi mesin yang sering kali sudah tua dan tidak terawat. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran nelayan akan prosedur keselamatan dan minimnya ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di atas kapal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan teoretis mengenai penyebab dan pencegahan kebakaran, sesi tanya jawab interaktif, serta praktik simulasi pemadaman api menggunakan APAR yang dipandu oleh para cadet mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan mengenai langkah-langkah darurat dan cara pengoperasian alat pemadam kebakaran. Melalui pelatihan ini, nelayan kini merasa lebih percaya diri dan proaktif dalam menjaga keselamatan diri serta aset kapal mereka selama beroperasi di laut.</em></p> <p> </p> <p><em>This community service activity aims to improve the knowledge and skills of the fishing community at Cituis Port, Surya Bahari Village, Tangerang Regency, in handling potential fire hazards on traditional ships. Traditional fishing vessels in this region carry a high risk of fire due to the use of fuel oil (BBM), cooking activities on board, and the condition of engines that are often old and poorly maintained. The main problem faced is the low awareness of fishers regarding safety procedures and the minimal availability of fire extinguishers (APAR) on board. The methods used include theoretical counseling on the causes and prevention of fires, interactive Q&amp;A sessions, and fire-fighting simulation practices using fire extinguishers guided by student cadets. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of emergency steps and how to operate fire-fighting equipment. Through this training, fishers now feel more confident and proactive in maintaining their personal safety and ship assets while operating at sea.</em></p> Jaja Miharja, Yohanna Nurika, Budi Purnomo, Jusva Agus Muslim, Muhammad Irwandi Lendra Pratama, Febria Surjaman, Hendra Purnomo, Pramudyasari Nur Bintari, Ian Mochamad Sofian, Heru Maryanto, Imam Muhammad Firdaus Copyright (c) 2026 Journal Marine Services https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/248 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 Penanaman mangrove untuk menumbuhkan perekonomian hijau dan berkelanjutan di Desa Wisata Ketapang https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/249 <p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-20 Politeknik Pelayaran Banten dengan fokus utama pada pelestarian ekosistem pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Wisata Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang. Hutan mangrove memiliki peran krusial sebagai penyerap karbon yang efisien dalam mitigasi perubahan iklim global, namun masyarakat setempat masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai manfaat ekonomi dan pangan dari tanaman ini. Tujuan dari program ini adalah untuk mewujudkan Desa Ketapang sebagai destinasi wisata yang hijau dan berkelanjutan sekaligus menumbuhkan roda perekonomian melalui budidaya mangrove. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan mengenai manfaat mangrove untuk ketahanan pangan serta praktik langsung penanaman 1.000 bibit mangrove oleh tim pengabdi bersama masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi serta terbukanya peluang pemanfaatan hasil hutan mangrove sebagai sumber pendapatan tambahan. Melalui sinergi antara akademisi dan komunitas lokal, diharapkan program ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan keseimbangan antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi.</em></p> <p> </p> <p><em>This community service activity was carried out in conjunction with the 20th Anniversary (Dies Natalis) of the Banten Marine Polytechnic, focusing on the preservation of coastal ecosystems and the economic empowerment of the community in Ketapang Tourism Village, Mauk, Tangerang Regency. Mangrove forests play a crucial role as efficient carbon sinks in mitigating global climate change, yet the local community still has limited knowledge regarding the economic and food benefits of these plants. The aim of this program is to transform Ketapang Village into a green and sustainable tourism destination while simultaneously stimulating the local economy through mangrove cultivation. The methods applied included counseling on the benefits of mangroves for food security as well as the direct practice of planting 1,000 mangrove seedlings by the service team together with the surrounding community. The results of the activity showed an increase in community awareness regarding the importance of protecting coastal ecosystems from abrasion and the emergence of opportunities to utilize mangrove forest products as a source of additional income. Through synergy between academics and the local community, it is hoped that this program will be a sustainable first step in creating a balance between environmental conservation and economic welfare.</em></p> Semuel Palembangan, Soleh Uddin, Riyanto, Abdul Rochman, Dapid Rikardo, Hendi Prasetyo, Henni Sutryani, Susiarni Magdalena, Mokhammad Zulkarnain, Vidiana Anggeranika, Sandy Wahyu Purnomo, Ahmad Shulhany Copyright (c) 2026 Journal Marine Services https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/249 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 Gerakan generasi muda mendukung MARPOL 50 Tahun untuk pelestarian lingkungan laut https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/250 <p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat serta taruna terhadap perlindungan ekosistem laut, sejalan dengan peringatan 50 tahun konvensi MARPOL. Lingkungan laut saat ini menghadapi ancaman serius dari pencemaran sampah plastik dan limbah kapal yang berdampak pada kesehatan manusia serta ekonomi masyarakat pesisir. Masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai regulasi internasional pencegahan pencemaran (MARPOL) dan minimnya aksi nyata dalam pengelolaan sampah di area pantai. Metode yang digunakan meliputi seminar edukasi interaktif dengan paparan dari dosen ahli, diskusi kelompok, serta aksi bersih pantai yang melibatkan lebih dari 100 partisipan di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transformasi signifikan pada kebersihan lingkungan pantai dan peningkatan pemahaman teoretis peserta mengenai kategori polusi laut. Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah setempat, dan generasi muda, program ini berhasil membangun fondasi bagi gerakan pelestarian laut yang berkelanjutan untuk menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.</em></p> <p> </p> <p><em>This community service activity aims to increase the awareness and commitment of the community and cadets towards the protection of marine ecosystems, coinciding with the 50th anniversary of the MARPOL convention. The marine environment currently faces serious threats from plastic waste and ship waste, which impact human health and the economy of coastal communities. The main problems identified are the community's lack of understanding regarding international regulations for the prevention of pollution (MARPOL) and the lack of concrete action in waste management in beach areas. The methods used included interactive educational seminars with presentations from expert lecturers, group discussions, and beach cleanup actions involving more than 100 participants on Lancang Island, Thousand Islands. The results of the activity showed a significant transformation in the cleanliness of the beach environment and an increase in participants' theoretical understanding of marine pollution categories. Through collaboration between academics, local governments, and the younger generation, this program has successfully built a foundation for a sustainable marine conservation movement to safeguard natural heritage for future generations.</em></p> Hendi Prasetyo, Rudi Harun Irwansyah, Akhmad Ndori, Dwi Antoro, Kusharyanto, Fauhidzi Zulistian, Asnawi, Ahmad Munawir, Pierre Marcello Lopulalan, Syairi Anwar Copyright (c) 2026 Journal Marine Services https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/250 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 Penyuluhan kebersihan terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan pada kawasan pesisir Kabupaten Tangerang https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/251 <p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dalam mengelola sampah secara berkelanjutan di kawasan pesisir. Kawasan pesisir sering kali menjadi tempat pembuangan sampah yang tidak terkelola, sehingga mengancam ekosistem laut dan kesehatan masyarakat. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya pemahaman mengenai dampak sampah plastik serta keterbatasan sarana pembuangan sampah yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyuluhan teori mengenai klasifikasi sampah dan daur ulang, diskusi interaktif, serta implementasi praktis berupa pembagian 25 drum sampah dan aksi pembersihan pantai bersama warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan warga mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik serta terciptanya lingkungan pesisir yang lebih bersih. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa pesisir lainnya untuk mewujudkan lingkungan maritim yang asri dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan komunitas lokal.</em></p> <p> </p> <p><em>This community service activity aims to increase the awareness and active participation of the people in Kohod Village, Pakuhaji District, Tangerang Regency, in managing waste sustainably in coastal areas. Coastal regions often become unmanaged waste disposal sites, threatening marine ecosystems and public health. The main issues identified include low understanding of the impact of plastic waste and the limited availability of adequate waste disposal facilities. The methods used in this activity include theoretical counseling on waste classification and recycling, interactive discussions, and practical implementation through the distribution of 25 trash drums and a joint beach cleanup with residents. The results show a significant increase in residents' knowledge regarding organic and non-organic waste sorting and the creation of a cleaner coastal environment. This success is expected to serve as a model for other coastal villages to achieve a beautiful and sustainable maritime environment through collaboration between academics, village governments, and local communities.</em></p> Rahmat Santoso, Boedi Prihandono, Astri Kustina Dewi, Deny Adi Setyawan, Alvian Demaz Peramutya, Nurfadhlina, Ade Taopik Hidayatuloh, Rabbani Ischak, Weli Agus Setiawan Copyright (c) 2026 Journal Marine Services https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.poltekpel-banten.ac.id/index.php/jms/article/view/251 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000